Ini Bukan Tentang Angin, Hujan, ataupun Badai

Ini Bukan Tentang Angin, Hujan, ataupun Badai

M. Zakyuddin Munziri

M. Zakyuddin Munziri

@zakiego

Dalam sepanjang sejarah umat manusia, kita tidak pernah punya kuasa, untuk menghalau datangnya hujan beserta anginnya.

Alih-alih memaksa awan untuk berhenti menurunkan airnya, kita bisa menepi atau menggunakan jas hujan. Atau jika tak ada pilihan lain, belajarlah untuk untuk menari di bawah hujan.

Jika kemudian badai datang, teguhkan hati, baik-baik, hingga kita melewatinya. Meski harus berjalan, atau bahkan sekadar merangkak dengan sedikit sisa harapan.

Sebab, setiap jiwa yang masuk ke dalam badai, ia tidak akan pernah keluar dalam keadaan yang sama.

Seorang anak laki-laki  yang berhadapan dengan badai, akan melangkah keluar sebagai sosok yang lebih tangguh dan dewasa.


Selesai ditulis pada 18 Oktober 2024, 01:04, Banjarmasin

Selesai disempurnakan pada 5 Januari 2025, 13:59, Pelaihari

Artikel Lainnya

Versi Muda Diriku Akan Bertanya

Versi Muda Diriku Akan Bertanya

Jika aku bisa bertemu diriku yang berusia 18 tahun, aku akan mengingatkannya: mengetahui masa depan itu nyata, kadang cukup untuk terus melangkah.

Dunia Itu Kejam Kepada Laki-Laki

Dunia Itu Kejam Kepada Laki-Laki

Laki-laki dihargai atas hasil usahanya, bukan usahanya. Mereka belajar menahan suara, menelan lelah, dan menutupi kecemasan supaya tidak merepotkan orang lain. Padahal dalam hatinya, mereka perlu seorang yang mendengar keluh kesahnya.