Dunia Itu Kejam Kepada Laki-Laki

Dunia Itu Kejam Kepada Laki-Laki

M. Zakyuddin Munziri

M. Zakyuddin Munziri

@zakiego

Pada hari kelahirannya, seorang laki-laki tak pernah berharap dirayakan.

Tak apa baginya. Sama saja. Tak ada ubahnya.

Namun pada hari kelahiran orang yang ia sayang, ia berusaha—dengan sangat keras—untuk membahagiakan orang terdekatnya.

Kebahagiaannya bukan sebab dirinya, tapi sebab ia berhasil membahagiakan orang lain, orang yang ia sayangi.


Laki-laki dihargai atas hasil usahanya. Bukan usahanya.

Itu kejam. Dan mengejamkan.

Beberapa laki-laki berusaha sangat keras, sekeras yang ia mampu. Namun terkadang apa yang ia peroleh tak sesuai kehendaknya.

Dunia tidak akan berbaik padanya.

Dunia berbalik muka, bahkan enggan menatapnya.


Laki-laki akhirnya meneruskan hidup, seolah kuat.

Padahal dalam hatinya, dia perlu seseorang yang mendengar keluh kesahnya.

Semua laki-laki ingin dicintai, terlepas dari hasil yang ia dapat.

Tetapi dunia tidak demikian.


Kepada perempuan: jika ada seorang laki-laki di sampingmu, perlakukanlah dia selayaknya manusia.

Jangan nilai hanya dari hasil usahanya, namun nilai dari usahanya.

Hargai dia karena dia menjadi manusia.

Hargai laki-lakimu karena dia memiliki hati yang baik.

Hargai laki-lakimu karena tutur katanya yang baik.

Hargai laki-lakimu karena usahanya yang tulus.

Hargai laki-lakimu karena dia adalah orang paling ingin membahagiakanmu.


Cukuplah laki-laki itu keras kepada dirinya sendiri, dunia jangan demikian.

Genggam tangannya. Tanyakan mengenai harinya, apa yang ia rasakan.

Laki-laki yang terlihat kuat bersamamu sekarang tak ada bedanya dengan anak kecil dua puluh tahun lalu.

Dia tetaplah anak laki-laki yang tenang di dekat ibunya. Yang akan menangis di pangkuan ibunya. Yang tahu bahwa ibunya adalah tempat pulang.

Bahwa ibunya adalah tempat pulang.

Bahwa ibunya adalah tempat pulang.

Bahwa kemudian kamu yang menjadi tempat pulang itu selanjutnya.


Sekali lagi, berbaiklah kepada laki-laki.

Dari luar mungkin dia terlihat kuat, tapi sebenarnya mereka juga ingin ditanya mengenai harinya.


Selesai ditulis pada Sabtu 23.42, 27 Desember 2025 di Pelaihari.

Artikel Lainnya

Versi Muda Diriku Akan Bertanya

Versi Muda Diriku Akan Bertanya

Jika aku bisa bertemu diriku yang berusia 18 tahun, aku akan mengingatkannya: mengetahui masa depan itu nyata, kadang cukup untuk terus melangkah.